Film Your Lie in April merupakan adaptasi dari manga karya Naoshi Arakawa yang juga sudah dihadirkan dalam bentuk serial anime sepanjang 22 episode oleh Studio A-1 Picture. Bila di anime disutradarai oleh Kyouhei Ishiguro, maka filmnya merupakan hasil kerja keras sutradada Takehiko Shinjou bersama Yukari Tatsui selaku penulis naskahnya.
Jarak waktu terbit manga-nya dan anime-nya yang berdekatan, rasanya memantik pula agar live action segera dijadikan suguhan pada penonton. Kisah perjalanan Kousei Arima sang pianis muda dan Kaori Miyazono bukan hanya memantik haru, tetapi sanggup memekatkan rasa sendu.
Begitu sih perasaan yang langsung mampir ke relung batin MinMot waktu nonton. Pas banget pula MinMot nontonnya setelah menamatkan anime-nya. Nangis sampai potek-potek hati rapuh MinMot.
Profil Film Your Lie in April
Judul : Your Lie in April / Shigatsu wa Kimi no Uso
Tahun Rilis : 2016
Sutradara : Takehiko Shinjou
Penulis naskah : Yukari Tatsui
Pemain utama :
- Suzu Hirose sebagai Kaori Miyazono
- Kento Yamazaki sebagai Kousei Arima
- Anna Ishii sebagai Tsubaki Sawabe
- Taishi Nakagawa sebagai Ryouta Watari
Durasi : 122 menit
Cerita Singkat Film Your Lie in April
Kalau kamu sudah lebih dulu dibuat naksir sama cerita di manga maupun anime, maka filmnya nggak begitu jauh berbeda. Hanya saja kalau di film, ceritanya akan lebih banyak terfokus pada kehidupan Kousei Arima ketika Kaori Miyazono muncul di hari-harinya.
Sementara, bila kamu jadi penonton animenya, maka kamu akan dapat side story lain yang membuatmu makin kagum sama Kousei Arima. Bedanya lagi, di anime usia Kousei dan Kaori termasuk remaja muda alias tahun terakhir di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Nah, kalau di film Your Lie in April, biar kisah cintanya bisa greget, jadilah sosok Kousei Arima dan Kaori Miyazono sudah 17 tahun. Jadi, lama trauma yang Kousei rasakan sejak kematian ibundanya jauh lebih lama dan mendalam.

Jadi, ceritanya berpusat pada sosok Kousei Arima yang sudah lama memilih hiatus dari dunia musik klasik. Lama sudah dia nggak memainkan lagi pianonya.
Tentu saja, kematian ibunya, Saki Arima memberi pengaruh besar. Namun masih ada sosok ibu lain yang tetap mengurusi Kousei.
Ada mentor sekaligus sahabat karib almarhumah ibunya yang sering datang ke rumah Kousei untuk merawat dan mengecek keadaannya. Si bibi ini adalah Hiroko Seto, seorang pianis kenamaan yang mengembangkan kariernya bersama Saki Arima.
Lalu, ayahnya Kousei Arima ini ke mana? Baik di anime maupun filmnya, sang ayah memilih sibuk bekerja di luar kota.
Kousei sejak kecil sudah bersahabat dengan Tsubaki Sawabe dan Ryouta Watari. Spesial dengan Tsubaki, rumah mereka bersebelahan.

Suatu waktu di awal tahun ajaran baru, tepatnya di bulan April, Tsubaki membawa Kaori Miyazono masuk ke dalam lingkar pertemanan mereka bertiga. Alasan awalnya, karena Kaori mengaku dia menyukai Watari dan minta ditemani jalan bersama.
Pada pertemuan pertama, Kousei Arima sudah dibuat terpukau. Sulit menolak pesona seorang gadis dengan manisnya bermain pianika di atas bukti di taman bersama dengan anak-anak. Pesona musisi muda banget.

Makanya, Kousei tanpa sadar langsung terpikir untuk memotret mereka. Payahnya, angin berhembus dan buat roknya Kaori terangkat. Lalu … ujungnya Kousei malah diserang sama Kaori yang sebal karena kelakuan Kousei memotretnya tanpa ijin.
Berkat perjumpaan dengan Kaori Miyazono juga, Kousei Arima yang sudah lama nggak masuk ke ruang pertunjukan musik klasik menginjakkan kakinya lagi di sana setelah begitu lama. Banyak penonton yang menyadari dan mengenalinya di sana. Tentu saja karena Kousei Arima dikenal sebagai pianis muda jenius, sang manusia metronom, si pianis yang nada-nadanya selalu tepat.
Kaori perlahan namun pasti mengembalikan Kousei Arima ke jalan musisi yang selama ini dia lepaskan. Ternyata, sesuatu yang melekat begitu lama, sekuat apapun ditinggalkan akan menarik kembali seseorang tadi ke jalan yang dulu ia perjuangkan.
Sekuat tenaga Kousei Arima menolak. Apalagi sejak kematian ibunya, dia kesulitan mendengarkan nada-nada yang ia mainkan bila sudah fokus. Bahkan tangannya akan gemeteran setiap sampai di tengah lagu.
Kaori MMiyazono bukannya abai. Bukannya nggak peduli sama trauma yang melanda Kousei.

Dia yang paling peduli. Kaori yakin kalau menjadi pianis memanglah jalan takdir bagi Kousei Arima. Intuisi sesama musisi, begitulah yang Kaori sampaikan.
Cara Kaori memaksa Kousei keluar dari ketakutannya benar-benar dengan menariknya kembali masuk ke dalam “kolam”. Sebagai violinis, Kaori menjadikan Kousei sebagai pianis pendampingnya saat mengikuti suatu kompetisi.
Sejak saat itu, Kousei Arima kembali mengakrabkan diri dengan piano. Bahkan kembali memainkan piano peninggalan ibunya di rumah.
Perlahan tapi pasti, kedekatan Kousei dan Kaori menghadirkan percikan cinta. Sayangnya, Kaori menyembunyikan keadaannya dari Kousei. Ia mengidap Ataksia Friedrich.
Penyakit tersebut belum bisa disembuhkan. Pengobatan hanya memperlambat perkembangan sekaligus mencegah komplikasi.
Keadaan kesehatan Kaori dan mendapati sendiri bagaimana Kaori harus dirawat begitu lama di Rumah Sakit, membayang-bayangi Kousei dengan masa lalu ibunya. Sang ibu juga menderita sakit yang begitu lama, sehingga jadi begitu keras mengajari Kousei bermain piano.
Di saat itu, Kaori juga selalu bertanya, “apa kamu latihan hari ini?” Awalnya buat Kousei sebal, lama-kelamaan setelah tau alasan Kaori, Kousei jadi punya kekuatan untuk menghadapi traumanya sendiri.
Akhir ceritanya sad ending. Bahkan sulit mengharapkan ada season 2 untuk seri animenya. Kamu bisa tebak sendiri kok, ujung kisah cinta Kousei dan Kaori jadinya bagaimana.
Musik Klasik Hadir dalam Romansa Apik
Sebenarnya ada juga drama korea yang mirip jalan kisahnya sama film Your Lie in April ini. Cinta antara sang pianis dan violinis. Do You Like Brahms? judulnya.
MinMot sendiri jadi paham, kenapa ibunya Kousei Arima begitu keras kepala ingin menjadikan Kousei sebagai pianis andal. Apalagi dia dituntun selalu bisa menekan tuts sesuai aturan sehingga ia kemudian dijuluki manusia metronom.
Menjadi finalis apalagi memenangkan kompetisi musik klasik sekelas Chopin, paling nggak bisa menjadi sumber penghidupan. Itulah yang ibunya Kousei mau, makanya segitu kerasnya sama anaknya sendiri.
Penonton macam MinMot pun dibuat terpukau sama penampilan Suzu Hirose dan Kento Yamazaki sewaktu memainkan alat musik. Apalagi waktu keduanya sampai terhanyut sama musik yang mereka mainkan sendiri. Benar ya, kalau musisi itu mungkin nggak mudah untuk menyampaikan perasaan lewat kalimat, tapi melalui musiknya.

Dua Sahabat Kousei Arima yang Pengertian
Kehadiran Taishi Nakagawa sebagai Ryouta Watari di film Your Lie in April walaupun jatah scene-nya nggak banyak, benar-benar menarik perhatian MinMot. Apa karena belum lama ini MinMot nontonin tingkahnya di film Cha Cha ya?
Selain itu, di sini juga MinMot mendapati Anna Ishii yang kembali memainkan peran sahabat sejak kecil yang diam-diam naksir sama sahabatnya tapi nggak berani mengakuinya. Persis perannya di drama Tokyo Love Story 2020.
Beruntung banget lho sebenarnya hidupnya Kousei Arima ini. Dia didukung, dipahami, bahkan didorong untuk maju sama orang-orang terdekatnya. Jadi, sesedih apapun dan sepekat apapun sendu yang dihadirkan film Your Lie in April tentang kehidupan remajanya Kousei Arima, tetap bisa ngajak MinMot senyum tipis ketika melihat pakai POV yang berbeda.
Banyak yang melabeli film Your Lie in April sebagai cerita sad ending. Bagi MinMot, tetap indah dan manis kok.

